Dari maba hingga semester akhir
tidak pernah bosan menyimak tausiyah beliau, Ibu Rahayu aka Bu Yayuk. Ibu
pendamping obsesi (rohis jurusan bahasa inggris UNNES) yang selalu meluangkan waktunya untuk kami. Sosok
yang tangguh, berwawasan luas, rendah hati, cerdas dan selalu menginspirasi.
Bagaimana tidak? Disela-sela sibuknya disertasi di UGM, beliau masih berkenan
hadir ketika di undang ke Serambi (Sarasehan Mahasiswa Baru Bahasa Inggris) Obsesi UNNES hari ini, masya Allah. Pagi ini,
beliau berpesan bahwa sebagai mahasiswa dan pendakwah harus punya 3 modal:
1. Penampilan
fisik.
Fisik disini tidak
melulu tentang tampan & cantik. Jadilah muslim yg sehat, rapi, syar’i,
bersih dan wangi. Saya baru tahu dari cerita beliau jika ternyata ada segelintir
dosen yang mengeluhkan mengenai bau kurang sedap mahasiswa jika menghadap dosen.
Mungkin karena berlari-larian mecari dosen kesana kemari, selepas kuliah
seharian, atau bisa jadi karena berbagai faktor lainnya. Ini menjadi PR untuk
semua mahasiswa agar lebih rapi, bersih dan wangi ketika ingin menemui dosen.
Khusus untuk akhwat, tidak wangi tidak apa-apa, yang penting jangan bau :)
2. Penampilan
akhlaq.
Seorang
pendakwah harus berakhlaq karimah sebagai contoh untuk yang lain. Tersenyum dan
sopan dengan dosen dan teman sebaya. Jangan lupa bahwa orientasi kita adalah
akhirat. Budayakan sapa, senyum dan salam. Segera minta maaf dan akui kesalahan kita jika memang kita salah. Namun jika kita benar, sampaikanlah dengan santun.
3. Penampilan
akal.
Pendakwah juga
harus cerdas dan rajin belajar baik itu pengetahuan umum maupun islami.
Tingkatkan kualitas diri dengan mengikuti kajian islami, kompetisi-kompetisi ilmiah, forum diskusi
dsb.
Jazakillah
Bu Yayuk yang tak pernah bosan untuk membimbing kami kearah yang lebih baik.
Semoga Allah selalu memberi Ibu kesehatan,
panjang umur, melancarkan disertasi dan segala urusan Ibu, aamiin.
Semoga bermanfaat,
-dari mahasiswa tingkat akhir yang mengikuti sarasehan mahasiswa baru :')