Wednesday, 28 September 2016

Untukmu yang Tak Pernah Lelah Berdakwah





Untukmu yang tak pernah lelah berdakwah
Untukmu yang tak henti menjadi jalan penebar hidayah
janganlah berkecil hati jika mereka tak mendengar dakwahmu
Karna boleh jadi masih ada yang lain yang mendengarmu
Pun jika tidak sekarang, mungkin bisa di dengar di lain waktu

Karna hakekatnya dakwah di jalan Allah itu laksana menebar benih
Kita tak tahu benih mana yang akan tumbuh
Barulah tahu ketika pohonnya sudah tumbuh
Seperti itulah dakwah
Maka kumohon teguhlah dan jangan mudah goyah

Semoga dakwahmu selalu menjadi lading pahala bagimu
Semoga dakwahmu menjadi pilar untuk senantiasa dekat dengan Rasulmu
Maka janganlah mudah penat,
tetaplah semangat dan dekaplah Allah lebih dekat…

-Semarang, 28 September 2016-

Saturday, 17 September 2016

SERAMBI OBSESI 2016



Dari maba hingga semester akhir tidak pernah bosan menyimak tausiyah beliau, Ibu Rahayu aka Bu Yayuk. Ibu pendamping obsesi (rohis jurusan bahasa inggris UNNES) yang selalu meluangkan waktunya untuk kami. Sosok yang tangguh, berwawasan luas, rendah hati, cerdas dan selalu menginspirasi. Bagaimana tidak? Disela-sela sibuknya disertasi di UGM, beliau masih berkenan hadir ketika di undang ke Serambi  (Sarasehan Mahasiswa Baru Bahasa Inggris) Obsesi UNNES hari ini, masya Allah. Pagi ini, beliau berpesan bahwa sebagai mahasiswa dan pendakwah harus punya 3 modal:



1.       Penampilan fisik.
Fisik disini tidak melulu tentang tampan & cantik. Jadilah muslim yg sehat, rapi, syar’i, bersih dan wangi. Saya baru tahu dari cerita beliau jika ternyata ada segelintir dosen yang mengeluhkan mengenai bau kurang sedap mahasiswa jika menghadap dosen. Mungkin karena berlari-larian mecari dosen kesana kemari, selepas kuliah seharian, atau bisa jadi karena berbagai faktor lainnya. Ini menjadi PR untuk semua mahasiswa agar lebih rapi, bersih dan wangi ketika ingin menemui dosen. Khusus untuk akhwat, tidak wangi tidak apa-apa, yang penting jangan bau :) 

2.       Penampilan akhlaq.
Seorang pendakwah harus berakhlaq karimah sebagai contoh untuk yang lain. Tersenyum dan sopan dengan dosen dan teman sebaya. Jangan lupa bahwa orientasi kita adalah akhirat. Budayakan sapa, senyum dan salam. Segera minta maaf dan akui kesalahan kita jika memang kita salah. Namun jika kita benar, sampaikanlah dengan santun.

3.       Penampilan akal.
Pendakwah juga harus cerdas dan rajin belajar baik itu pengetahuan umum maupun islami. Tingkatkan kualitas diri dengan mengikuti kajian islami, kompetisi-kompetisi ilmiah, forum diskusi dsb.

Jazakillah  Bu Yayuk yang tak pernah bosan untuk membimbing kami kearah yang lebih baik. Semoga Allah  selalu memberi Ibu kesehatan, panjang umur, melancarkan disertasi dan segala urusan Ibu, aamiin.

Semoga bermanfaat,
-dari mahasiswa tingkat akhir yang mengikuti sarasehan mahasiswa baru :')