
Matahari tidak pernah
meninggalkan bumi sekalipun bumi tidak mampu melihatnya. Entah oleh
mendung gelap atau hujan lebat. Sekalipun bumi tidak bisa merasakan
kehadirannya dimalam hari. Matahari titipkan cintanya kepada Bulan.
Memberi ruang kepada bumi agar bumi paham, bahwa ada atau tiadanya
matahari, langit tetaplah menawan.
Matahari tidak pernah meninggalkan bumi, pada jarak yang sama
bertahun-tahun. Matahari dan Bumi adalah dua hal yang memang berlainan.
Terlalu dekat membuat keduanya akan saling meniadakan. Mungkin cukup
seperti ini hubungan antara Matahari dan Bumi. TIdak untuk saling
berdekatan namun dengan jarak yang cukup aman untuk saling mencintai.
Toh mencintai itu tidak selalu berarti harus berdekatan dan memiliki
bukan? Tidak selalu berarti bahwa cinta itu harus bertemu dan bersatu.
Cinta tanpa pertemuan? Bisa saja terjadi, seperti ketika saya mencintai
orang dimasa depan yang bahkan belum pernah saya temui. Cinta yang
diwujudkan dalam doa-doa dan perbaikan diri.
Matahari kepada Bumi pun demikian. Pada jaraknya yang aman, keduanya
justru bersinergi. Cinta yang baik adalah cinta yang bisa membuat energi
keduanya menjadi berlipat. Cinta yang meniadakan salah satu atau bahkan
keduanya, itu bukan cinta. Sekalipun ia bilang katanya berkorban.
Cinta adalah ketika kamu merasa energi dan potensimu naik berlipat ganda
ketika bersamanya. Dan cintamu membuat hal yang sama kepadanya, bukan
justru meniadakannya. Atau jika kalian ternyata saling meniadakan
meskipun kalian saling mencintai, lebih baik tidak perlu bersatu. Karena
percayalah, bahwa segala sesuatu itu tidak selalu harus seperti yang
kita inginkan dan pikirkan. Sekalipun kita memiliki rencana terbaik,
percayalah bahwa rencana Allah jauh lebih baik.
Seperti matahari kepada bumi
Source : #SoundCloud #Suaracerita